Pilih Laman

Loading

Perumdam Tirta Senentang dalam upaya menghadapi banjir yang telah berlangsung kurang lebih 3 pekan, tetap melakukan distribusi air bersih ke pelanggan maupun masyarakat yang membutuhkan air bersih. Mengingat armada mobil tanki Perumdam terbatas, maka Direktur melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sintang mengajukan peminjaman mobil tanki kepada Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Barat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mendukung armada pendistribusian air bersih. Saat ini mobil tersebut telah sangat membantu pendistribusian air ke dapur-dapur umum untuk kawasan Sungai Durian dan sekitarnya, mengingat akses jalan pada jalan utama Kota Sintang telah terendam air kurang lebih 1m. Sedangkan untuk pendistribusian air kawasan Tanjung Puri dan Baning dilayani oleh mobil tanki Perumdam.

Perumdam juga senantiasa berkoordinasi intens dengan PT. PLN (Persero) ULP Sintang mengingat posisi gardu-gardu listrik PLN sebagai sumber energi pembangkit mesin-mesin pompa Perumdam cukup riskan terhadap posisi ketinggian banjir. Adapun hal yang telah dilakukan adalah menaikkan gardu-gardu hingga ketinggian maksimal yang dapat dilakukan oleh PT. PLN (Persero) ULP Sintang, sehingga masyarakat dapat tetap terlayani dalam kondisi banjir yang tentu memerlukan air bersih.

Hingga Hari Rabu Tanggal 10 November 2021, 13 unit Instalasi Pengolahan Air Perumdam yang terletak di 8 Kecamatan yaitu Sintang, Dedai, Kayan Hilir, Tempunak, Sepauk, Ketungau Hulu, Ketungau Tengah dan Serawai hanya 1 yang dihentikan operasinya karena panel listrik telah berada posisi berbahaya untuk dihidupkan yaitu di Kecamatan Tempunak, dengan jumlah KK tidak terlayani sebanyak 213 kk atau 852 jiwa, atau 2,13% dari total pelanggan aktif Perumdam.