Pilih Laman
Berikan Kemudahan Pelayanan, PDAM Sintang Buka Aplikasi Baru

Berikan Kemudahan Pelayanan, PDAM Sintang Buka Aplikasi Baru

KBRN, Sintang: Aplikasi informasi pelanggan perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Senentang Sintang berhasil mengatasi tunggakan pembayaran tagihan PDAM oleh pelanggan sehingga secara umum pembayaran tagihan tidak ada kendala dan tunggakan. Direktur PDAM Tirta Senentang Sintang Jane Elisabet Wuysang mengatakan melalui aplikasi ini, pelanggan dapat lebih mudah mengakses informasi mengenai tagihan rekening air dan posisi stan meteran. “Aplikasi ini kami rasa sangat membantu kami dalam menyampaikan infoirmasi kepada pelanggan, dengan demikian pelanggan dapat mengetahui jumlah tagihan cukup dengan mengakses informasi melalui handphone android,”kata Jane Elisabet Wuysang, Jum’at (28/5/2021). Dikatakan Jane pelanggan dapat mengecek langsung pada meteran sambungan PDAM untuk mencocokan angka yang tertera pada aplikasi dengan meteran sambungan, disini pelanggan mengetahui nominal tagihan waktu  yang sudah lewat dan yang akan datang. “Kedepan aplikasi ini akan dikembangkan untuk dapat memonitor apakah tagihan sudah lunas atau belum,”tambahnya. (Tin) Sumber : https://rri.co.id/sintang/daerah/1062212/berikan-kemudahan-pelayanan-pdam-sintang-buka-aplikasi-baru?utm_source=terbaru_widget&utm_medium=internal_link&utm_campaign=General%20Campaign

Pemkab Sintang Ingatkan PDAM Tirta Senentang Jalankan Dua Fungsi Sebagai BUMD dan Suplay Air

Pemkab Sintang Ingatkan PDAM Tirta Senentang Jalankan Dua Fungsi Sebagai BUMD dan Suplay Air

Pelaksana Harian Bupati Sintang, diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yustinus membuka pelaksanaan sosialisasi penerapan manajemen aset dan manajemen reisiko pada Perumda Air Minum Tirta Senentang di Balai Praja Kantor Bupati Sintang pada Rabu, 24 Februari 2021. Pemerintah, kata Yustinus menyambut baik serta memberikan dukungan kepada Perumda Tirta Senentang terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, perumda PDAM Tirta Senentang menjalankan dua fungsi yaitu sebagai badan layanan masyarakat dan sebagai BUMD yang memberikan suplai air kepada masyarakat. "Sebagai perusahaan, pemahaman tentang pengelolaan aset yang benar merupakan hal yang sangat penting. Selain itu dalam setiap proyek konstruksi, khususnya pada proyek perumda yang bergerak dalam bidang penyaluran air minum, memiliki beberapa risiko yang dapat memberikan dampak pada proyek konstruksi. Maka dari itu, penting bagi Perumda untuk memahami manajemen aset dan manajemen risiko,” ujar Yustinus. Infrastruktur air minum dinilai Yustinus merupakan aset utama bagi perusahaan air minum yang nilainya signifikan. Oleh karena itu, harus dikelola secara baik mulai sejak perencanaan kebutuhan, penyediaan dana, pengadaan aset, pengoperasian, pemeliharaan, hingga pada pemusnahan aset. “Manajemen aset merupakan suatu proses untuk menghasilkan nilai maksimal bagi semua stakeholder perusahaan dari pengelolaan aset fisik yang dimiliki perusahaan, baik untuk kepentingan bisnis maupun kepentingan umum, dengan menyeimbangkan kinerja operasional dari aset dengan biaya siklus hidup dan profil resikonya," ungkapnya. Manajemen berbasis resiko lebih menekankan pada proses mengelola aset fisik yang sangat besar dan berhubungan dengan resiko-resiko yang melekat pada proses tersebut, dengan melibatkan penerapan proses manajemen resiko terhadap aset utama perusahaan untuk mengidentifikasi dan mengelola penyebab utama kegagalan pencapaian sasaran perusahaan. "Tujuan dari diterapkannya proses manajemen resiko adalah tidak hanya untuk memberikan perlindungan dan kesinambungan aktivitas bisnis inti dan jasa yang penting. Saya berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar dan dapat menciptakan tata kelola perusahaan yang baik dan bertanggung jawab serta menerapkan fungsi manajemen perencanaan, pengawasan, pelaksanaan, dan pengkoordinasian. Sehingga pelayanan Perumda benar-benar dapat dirasakan secara nyata dan terukur dalam perkembangan perusahaan kedepan," harapnya. Direktur Perumda Air Minum Tirta Senentang, Jane Elisabeth Wuysang menjelaskan bahwa sosialisasi manajemen aset dan manajemen risiko sangat penting untuk sebuah perusahaan, terutama pada perusahaan PDAM Kabupaten Sintang "Saya harap manajemen aset dan manajemen risiko dapat membuat kinerja Perumda agar semakin efisien serta dapat mengoptimalkan dan menjaga risiko sehingga dapat memberikan pelayanan prima kepada pelanggan dan calon pelanggan," harapnya. (*) Sumber : https://pontianak.tribunnews.com/2021/02/24/pemkab-sintang-ingatkan-pdam-tirta-senentang-jalankan-dua-fungsi-sebagai-bumd-dan-suplay-air.

Perumda Air Minum Tirta Senentang Sosialisasi Penerapan Manajemen Aset dan Risiko

Perumda Air Minum Tirta Senentang Sosialisasi Penerapan Manajemen Aset dan Risiko

SINTANG, SB - Pelaksana Harian (Plh) Bupati Sintang, diwakili oleh Yustinus J, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang membuka pelaksanaan Sosialisasi Penerapan Manajemen Aset dan Manajemen Risiko Pada Perumda Air Minum Tirta Senentang di Balai Praja Kantor Bupati Sintang Rabu, 24 Februari 2021. Mengawali sambutannya, Yustinus J mengungkapkan bahwa  Pemerintah Kabupaten Sintang menyambut baik serta memberikan dukungan kepada Perumda Tirta Senentang terselenggaranya kegiatan Sosialisasi Penerapan Manajemen Aset dan Manajemen Risiko. “Perumda Air Minum Tirta Senentang menjalankan  dua fungsi  yaitu sebagai badan layanan masyarakat dan sebagai BUMD yang memberikan suplai air kepada masyarakat. Sebagai perusahaan, pemahaman tentang pengelolaan aset yang benar merupakan hal yang sangat penting. Selain itu dalam setiap proyek konstruksi, khususnya pada proyek perumda yang bergerak dalam bidang penyaluran air minum, memiliki beberapa risiko yang dapat memberikan dampak pada proyek konstruksi, maka dari itu, penting bagi Perumda untuk memahami manajemen aset dan manajemen risiko” terang Yustinus J Asisten Ekbang juga menyampaikan bahwa infrastruktur air minum merupakan aset utama bagi perusahaan air minum yang nilainya signifikan. Oleh karena itu, harus dikelola secara baik mulai sejak perencanaan kebutuhan, penyediaan dana, pengadaan aset, pengoperasian, pemeliharaan, hingga pada pemusnahan aset. “Manajemen aset merupakan suatu proses untuk menghasilkan nilai maksimal bagi semua stakeholder perusahaan dari pengelolaan aset fisik yang dimiliki perusahaan, baik untuk kepentingan bisnis maupun kepentingan umum, dengan menyeimbangkan kinerja operasional dari aset dengan biaya siklus hidup dan profil resikonya” ungkapnya. Manajemen berbasis resiko lebih menekankan pada proses mengelola aset fisik yang sangat besar dan berhubungan dengan resiko-resiko yang melekat pada proses tersebut dengan melibatkan penerapan proses manajemen resiko terhadap aset utama perusahaan untuk mengidentifikasi dan mengelola penyebab utama kegagalan pencapaian sasaran perusahaan. Selain itu, tujuan dari diterapkannya proses manajemen resiko adalah tidak hanya untuk memberikan perlindungan dan kesinambungan aktivitas bisnis inti dan jasa yang penting, tetapi juga memenuhi kewajiban hukum, menjaga kesehatan pekerja dan masyarakat, perlindungan lingkungan, beroperasinya dan perlindungan asset pada biaya rendah dan rencana kontijensi untuk situasi darurat bila terjadi rencana alam. “Saya berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar dan dapat menciptakan tata kelola perusahaan yang baik dan bertanggung jawab serta menerapkan fungsi manajemen perencanaan, pengawasan, pelaksanaan, dan pengkoordinasian, sehingga pelayanan Perumda benar-benar dapat dirasakan secara nyata dan terukur dalam perkembangan perusahaan kedepan” tutup Yustinus J Direktur Perumda Air Minum Tirta Senentang, Jane Elisabeth Wuysang menjelaskan bahwa sosialisasi manajemen aset dan manajemen risiko sangat penting untuk sebuah perusahaan, terutama pada perusahaan PDAM Kabupaten Sintang. "Saya harap manajemen aset dan manajemen risiko dapat membuat kinerja Perumda agar semakin efisien serta dapat mengoptimalkan dan menjaga risiko sehingga dapat memberikan pelayanan prima kepada pelanggan dan calon pelanggan” ungkap Jane Elisabeth Wuysang. (hms) Sumber : https://www.suaraborneo.id/2021/02/perumda-air-minum-tirta-senentang.html

Bupati Sintang Hadiri Silahturahmi Natal PDAM Tirta Senentang

Bupati Sintang Hadiri Silahturahmi Natal PDAM Tirta Senentang

SM-Sintang :Bupati Sintang Jarot Winarno, menghadiri undangan coffee morning sekaligus silaturrahmi Hari Raya Natal 2020, Direktur dan staf PDAM Tirta Senentang Sintang, di IPA Baning, Rabu (6/1/2021).  Dalam sambutannya, Bupati Sintang Jarot Winarno mengajak seluruh Pegawai PDAM Tirta Senentang, khususnya yang beragama Kristiani menjadikan momentum Natal untuk meningkatkan pelayanan prima kepada para pelanggan. Pasalnya era perkembangan jaman di tengah kompleksnya tantangan saat ini menuntut kesiapan PDAM Tirta Senentang untuk berbuat yang lebih maksimal lagi untuk memenuhi sekaligus memuaskan kebutuhan air para pelanggan. “Mari menjadikan semangat perayaan Natal tahun ini untuk meningkatkan kinerja seluruh pegawai dan tenaga kontrak memberikan kontribusi dan dedikasi maksimal bagi perusahaan yang semata-mata hanya untuk kepuasan pelanggan,” ujar Bupati Sintang, Jarot Winarno. Pada kesempatan itu, Direktur PDAM Tirta Senentang, Jane Elisabeth Wuysang sangat mengapresiasi perayaan Natal PDAM Tirta Senentang yang dihadiri para pegawai dan tenaga kontrak beserta keluarga baik yang dari kantor pusat, maupun dari instalasi pengolahan air. “Hari ini kita patut bersukacita karena yang hadir saya kira melebihi ekspektasi panitia. Ini sangat bagus yang tentunya semakin menguatkan kebersamaan kita untuk berbuat yang lebih baik lagi bagi pengembangan PDAM Tirta Senentang,” kata Jane Elisabeth Wuysang Dirinya menyampaikan rasa terima kasih kepada Direksi PDAM Tirta Senentang yang mendukung penuh terselenggaranya perayaan Natal PDAM Tirta Senentang tahun ini sekaligus juga apresiasi semua pihak yang berpartisipasi dan kepada semua karyawan dan undangan yang hadir. (up) Sumber : https://www.sintangmedia.com/bupati-sintang-hadiri-silahturahmi/

Proyek Penarikan Air Bukit Sada ke Serawai Telan Dana Rp 13,72 Miliar

Proyek Penarikan Air Bukit Sada ke Serawai Telan Dana Rp 13,72 Miliar

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melaksanakan proyek penarikan air baku dari Bukit Sada ke Serawai. Proyek diharapkan membantu masyarakat dalam penyediaan sumber air bersih. Kepala Seksi Balai Wilayah Sungai Kalimantan 1 Kementrian PUPR, Rizal menerangkan proyek penarikan air baku dari Bukit Sada menuju ke Kecamatan Serawai menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kabupaten Sintang sebesar Rp 13,72 Milyar. “Jarak total penarikan pipa dari Bukit Sada sekitar 11,4 kilometer. Rencananya nanti dibagi menjadi 2 klasifikasi model pipa,” ungkapnya. Rizal memaparkan untuk pipa besi, jarak yang akan dibangun sekitar 1,5 Kilometer (Km). Nantinya, akan disambung dengan pipa kecil yang ditanam di bawah tanah dengan jarak sekitar 9,88 Km. “Debit air yang akan dialiri sebesar 10 liter/detik. Ini diperkirakan mampu mengaliri air tiga desa di Kecamatan Serawai,” katanya. Pihaknya juga akan membangun satu buah reservoar atau bak penampungan. Apabila sudah dibangun, distribusi air ke rumah-rumah masyarakat akan ditangani oleh PDAM. “Sampai saat ini kontrak sudah mulai dari tanggal 28 Mei 2017. Berakhir 25 Desember 2017. Kami sudah survei lokasi,” tukasnya. SUMBER: DISINI

PERUMDAM Tirta Senentang
Halo Sahabat Tisen👋