Perumdam Tirta Senentang meraih Peringkat I (Satu) di Kategori BUMD dalam ajang Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik Badan Publik Kalimantan Barat Tahun 2021
Perumdam Tirta Senentang meraih Peringkat I (satu) dengan nilai 93,24 Kategori Badan Usaha Milik Daerah dalam ajang Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik Badan Publik Kalimantan Barat Tahun 2021. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar Samuel kepada Direktur Perumdam Tirta Senentang Sintang Jane Elisabeth Wuysang di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar pada Kamis (11/11/2021). Penghargaan ini diterima bertepatan dengan hari ulang tahun ke-40 Perumdam Tirta Senentang Sintang. Direktur Perumdam Dr. Jane E. Wuysang, MT menyatakan, dalam era keterbukaan informasi sesuai yang diamanatkan dalam Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik Nomor 14 Tahun 2008, sudah selayaknya badan publik memberi akses terhadap dokumen dan informasi secara luas namun bertanggung jawab, tentunya akses yang diberikan ini mempunyai alur yang telah disepakati dalam durasinya sehingga publik tidak menunggu lama untuk mendapatkan informasi tersebut. Dalam kesempatan ini pula Direktur Perumdam mengucapkan terima kasih kepada Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Barat yang telah mengapresiasi kerja keras Perumdam untuk menuju zona hijau keterbukaan informasi, kepada Pemerintah Kabupaten Sintang terutama Bapak Bupati Sintang dan Dinas Kominfo Kabupaten Sintang yang telah mendorong dan memberi support yang sangat besar dalam menyusun dan menyiapkan Sistem Informasi Perumdam yang benar dan layak, tentunya hal ini juga merupakan kerja keras bersama rekan-rekan Perumdam Tirta Senentang dalam mewujudkan informasi yang transparan.
Distribusi Air Bersih oleh Perumdam Tirta Senentang dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sintang
Perumdam Tirta Senentang dalam upaya menghadapi banjir yang telah berlangsung kurang lebih 3 pekan, tetap melakukan distribusi air bersih ke pelanggan maupun masyarakat yang membutuhkan air bersih. Mengingat armada mobil tanki Perumdam terbatas, maka Direktur melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sintang mengajukan peminjaman mobil tanki kepada Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Barat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mendukung armada pendistribusian air bersih. Saat ini mobil tersebut telah sangat membantu pendistribusian air ke dapur-dapur umum untuk kawasan Sungai Durian dan sekitarnya, mengingat akses jalan pada jalan utama Kota Sintang telah terendam air kurang lebih 1m. Sedangkan untuk pendistribusian air kawasan Tanjung Puri dan Baning dilayani oleh mobil tanki Perumdam. Perumdam juga senantiasa berkoordinasi intens dengan PT. PLN (Persero) ULP Sintang mengingat posisi gardu-gardu listrik PLN sebagai sumber energi pembangkit mesin-mesin pompa Perumdam cukup riskan terhadap posisi ketinggian banjir. Adapun hal yang telah dilakukan adalah menaikkan gardu-gardu hingga ketinggian maksimal yang dapat dilakukan oleh PT. PLN (Persero) ULP Sintang, sehingga masyarakat dapat tetap terlayani dalam kondisi banjir yang tentu memerlukan air bersih. Hingga Hari Rabu Tanggal 10 November 2021, 13 unit Instalasi Pengolahan Air Perumdam yang terletak di 8 Kecamatan yaitu Sintang, Dedai, Kayan Hilir, Tempunak, Sepauk, Ketungau Hulu, Ketungau Tengah dan Serawai hanya 1 yang dihentikan operasinya karena panel listrik telah berada posisi berbahaya untuk dihidupkan yaitu di Kecamatan Tempunak, dengan jumlah KK tidak terlayani sebanyak 213 kk atau 852 jiwa, atau 2,13% dari total pelanggan aktif Perumdam.
Peninjauan Lokasi Intake Perumdam Tirta Senentang yang terdampak banjir
Direktur Perumdam Tirta Senentang Dr. Jane E.Wuysang, MT bersama Kasie Teknik Agus Widarko, Kasie Distribusi Benny Seo, ST, Kasie Produksi Yuspianto meninjau kondisi Intake Unit Tanjung Puri dan bersama Kaunit Kurnia, S. Sos meninjau Intake Unit Kapuas Kanan Hulu. Kegiatan tersebut dilakukan pada Rabu, 3 November 2021 dan Kamis, 4 November 2021. Peninjauan dilakukan Direktur Perumdam Tirta Senentang mengingat kondisi banjir yang semakin tinggi dan posisi beberapa gardu listrik pada intake berpotensi terendam banjir, yang dapat mengakibatkan pendistribusian air ke pelanggan terhenti. Direktur juga memastikan keselamatan kerja para karyawan saat pengoperasian agar tetap memperhatikan Prinsip K3 yaitu Keselamatan dan Kesehatan Kerja karena arus sungai cukup deras dan semakin meningkat ketinggiannya.


