SINTANG (12/10)—Dengan pengawalan BPKP Kalbar, Perumdam Tirta Senentang Sintang mendapatkan hibah Sambungan Rumah (SR) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui Program Hibah Air Minum Kementerian PUPR. Selain itu, BPKP Kalbar juga turut berkontribusi dalam pencapaian Perumdam Tirta Senentang Sintang meraih prestasi Top BUMD Award 2021 Perumda Air Minum Bintang 4, sekaligus prestasi direkturnya sendiri Jane E. Wuysang yang menyabet penghargaan Top CEO BUMD Award 2021serta Bupati Sintang Jarot Winarno selaku pembina yang mendapatkan penghargaan sebagai Top Pembina BUMD Awards 2021.

“Perumdam Tirta Senentang, dalam hemat kami, bukan saja telah meningkatkan kinerja perumdamnya dari kurang sehat menjadi sehat, tetapi juga memperlihatkan kesungguhannya dalam memperjuangkan hak masyarakat kecil untuk mendapatkan air bersih. Hal itu terlihat dari perjuangan Bu Direktur dan jajaran mendapatkan program hibah pemenuhan air bersih untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Atas kemanfaatan Perumdam Tirta Senentang bagi masyarakat itu, BPKP Kalbar sampaikan apresiasi,” demikian disampaikan Kepala Perwakilan (Kaper) BPKP Kalbar Dikdik Sadikin dalam kunjungan kerja ke Perumdam Tirta Senentang yang dikemas dalam acara Dialog BPKP-Perumdam pada Selasa, 12 Oktober 2021 di Sintang, Kalimantan Barat.

Hadir mendampingi Kaper dalam kesempatan tersebut, Koordinator Pengawasan Bidang Akuntan Negara (AN) Anto Hendrarto dan tim. Adapun dari pihak perumdam dihadiri oleh Direktur Perumdam Tirta Senentang Sintang Jane E. Wuysang beserta jajaran dan Dewan Pengawas Helmi.

“Sebagai perusahaan daerah, Perumdam Tirta Senentang Sintang yang kini berpredikat sehat itu harus berjalan di atas dua sisi. Satu sisi berkaitan dengan aspek sosial sebagai perpanjangan tangan pemda untuk memenuhi hajat masyarakat banyak terkait kebutuhan air bersih. Di sisi lain, fungsi Perumdam juga berkaitan dengan aspek bisnis yang berorientasi pada keuntungan. Namun, kedua sisi tersebut harus seimbang. Keuntungan diperoleh itu pun akan kembali pada peningkatan kapasitas perusahan dalam memberikan layanan kepada masyarakat,” jelas Dikdik.

Terkait dengan program hibah kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), lanjut Kaper BPKP Kalbar, hanya dua Perumdam di Kalbar yang mengikuti program yang diselenggarakan Kementerian PUPR tersebut, yaitu, Perumdam Tirta Senentang Sintang dan Perumdam Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak.

Maklum, kurangnya minat kepada program hibah tersebut disebabkan program hibah tersebut dirasakan rumit oleh kalangan Perumdam pada umumnya. Pertama, Perumdam harus terlebih dahulu menguras koceknya sendiri untuk membuatkan Sambungan Rumah (SR) kepada calon penerima hibah yang memenuhi kriteria MBR. Kriteria itu antara lain masyarakat yang rumahnya memiliki daya listrik terpasang di bawah 1300 VA. Selanjutnya, Perumdam menyampaikan usulan penggantian pembuatan SR tersebut kepada Kementerian PUPR dalam skema hibah MBR.

Dalam proses pencairan penggantian itulah, BPKP berperan memverifikasi kelayakannya, dikaitkan kesesuaian dengan kriteria. Dari hasil verifikasi BPKP,  baru lah kemudian anggaran dapat mengucur  kepada pemda dalam bentuk penyertaan modal pemda untuk perumdam yang bersangkutan. Itu pun tidak serta merta mulus mengucur penggantian itu dari Pemda ke Perumdam. Penyertaan modal tersebut harus dilandasi terlebih dahulu dengan Peraturan Daerah (Perda). Ini berarti, Pemda harus berurusan dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Kerumitan dengan persyaratan hibah dan keengganan berurusan dengan para anggota dewan yang terhormat itulah yang barangkali membuat gerah banyak perumdam untuk mengikuti program hibah tersebut.

“Dalam posisi itu, saya pun sebelumnya memiliki keengganan yang sama,” aku Direktur Perumdam Senentang Dr. Jane E. Wuysang. “Namun, berkat dorongan BPKP Kalbar, Perumdam Tirta Senentang akhirnya mengikuti program hibah tersebut.Dan berhasil. Melalui program hibah itu masyarakat miskin di Sintang akhirnya mendapat tambahan sambungan rumah gratis sebanyak 1.478 SR dari 1.485 SR yang diajukan kepada Kementerian PUPR. Ini berarti penyerapan program hibah mencapai 99,52%. Hal mana prestasi ini diapresiasi oleh Kementerian PUPR”.

Keberhasilan yang dicapai Perumdam Tirta Senentang tentu tidak lepas dari kepiawaian Direktur Jane E. Wuysang. Di bawah kepimpinan manajemen doktor di bidang teknik sumber daya air minum itu, Perumdam Tirta Senentang mendapatkan penghargaan Top BUMD Award 2021 Perumda Air Minum Bintang 4, sekaligus Top CEO BUMD Award 2021 pada Acara Puncak Top Business TOP BUMD Awards 2021, pada 10 September 2021 lalu di Jakarta. Tidak hanya itu, pada kesempatan yang sama, Bupati Sintang Jarot Winarno juga berhasil menyabet penghargaan sebagai Top Pembina BUMD 2021. Pada kegiatan bergengsi dan berskala nasional itu, sebagai perempuan yang sukses mengelola air minum buat masyarakat, Jane E. Wuysang juga didaulat untuk menjadi narasumber  dalam seminar yang bertajuk “Peran dan Kepemimpinan Perempuan dalam Peningkatan Akses Air Minum”.

Usai acara dialog, kegiatan kunjungan Kaper BPKP Kalbar dilanjutkan dengan menyambangi areal Booster Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Perumdam Tirta Senentang yang berlokasi di kawasan Bukit Kelam, Sintang.

Kaper berharap, semoga upaya yang dilakukan Perumdam Tirta Senentang Sintang dalam membantu masyarakat memperoleh air bersih dapat senantiasa dijaga bahkan ditingkatkan dari waktu ke waktu.Khususnya atas segala prestasi yang telah diraih itu, Kaper BPKP Kalbar sekali lagi  menyampaikan apresiasi atas kerja keras Jane dan jajaran. “Memang sudah selayaknya, hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha,” pungkas Kaper.

 Sumber : http://www.bpkp.go.id/berita/readunit/27/31991/0/BPKP-Kalbar-Kawal-Perumdam-Tirta-Senentang-Membantu-Masyarakat-Berpenghasilan-Rendah

Kominfo BPKP Kalbar/FW